Untuk kesekian kalinya Ibu Kota Jakarta di guncang Boom, entah ini sudah yang keberapa? Hotel JW. Marriot dan Rizt Carlton sasaran kali ini (17,07,2009) dara dan nyawa tertumpah dan melayang tanpa ada yang bisa mempertanggung jawabkannya. apa gerangan yang dicari para pelaku? semua ada dibenak setiap orang yang menyaksikan aksi mereka. Aksi Teror, ya kata itulah yang akan sering diucapkan dan di bahas oleh seluruh pelosok negeri, dari kedai kopi hingga berita koran, radio, dan televisi.
Jaringan televisi di indonesia berlomba menyiarkan kejadian yang mengerikan tersebut, seolah-olah menjadikan kejadian ini menjadi Prime Time bagi liputannya, Seorang ibu tua yang duduk beranda belakang rumahnya sambil nonton tv pagi ini sontak beristighfar, " astaghfirullah al azhim ", ibu itu sempat meneteskan air mata ketika diberitakan dalam tanyangan itu seorang Direktur pabrikan semen Holcim Thimotty Mac Cay yang menjadi korban tewas, setelah sebelumnya ditolong oleh sesama korban yang selamat, dalam tayangan itu di perlihatkan Mac Cay yang di bopong oleh beberapa orang ke pinggir jalan dengan kondisi yang berlumuran dara dengan tungkai kaki yang patah dicoba dibantu untuk bernafas, tapi apa daya ajal berkata lain beberapa menit kemudian di beritakan si Bule itu telah Tewas.
si ibu tua yang mengikuti liputan berita ini terharu hingga tak terasa bulir-bulir air mulai tamapak menuruni kerutan wajahnya. " ya Allah akan Engkau jadikan apa negeriku ini ya Allah".
Kasus-kasus bom yang terdahulu Umat Islam selalu terseret dan sudah menjadi Stigma negatif yang melekat di benak orang lain. Apakah kali ini kaum Muslim akan dipojokkan lagi sebagai biang kerok ?, kita berharap tidak demikian, karena Agama Islam bukanlah agama kekerasan, Rahmatan Lil Alamin, Islam adalah rahmat bagi seluruh alam, yang inti ajarannya banyak yang bersifat Universal.
Aksi pemboman bukanlah suatu jalan keluar bagi suatu masalah, malah banyak menciptakan masalah-masalah baru yang semakin memperkusut jalinan tali yang akan diurai.
Jaringan televisi di indonesia berlomba menyiarkan kejadian yang mengerikan tersebut, seolah-olah menjadikan kejadian ini menjadi Prime Time bagi liputannya, Seorang ibu tua yang duduk beranda belakang rumahnya sambil nonton tv pagi ini sontak beristighfar, " astaghfirullah al azhim ", ibu itu sempat meneteskan air mata ketika diberitakan dalam tanyangan itu seorang Direktur pabrikan semen Holcim Thimotty Mac Cay yang menjadi korban tewas, setelah sebelumnya ditolong oleh sesama korban yang selamat, dalam tayangan itu di perlihatkan Mac Cay yang di bopong oleh beberapa orang ke pinggir jalan dengan kondisi yang berlumuran dara dengan tungkai kaki yang patah dicoba dibantu untuk bernafas, tapi apa daya ajal berkata lain beberapa menit kemudian di beritakan si Bule itu telah Tewas.
si ibu tua yang mengikuti liputan berita ini terharu hingga tak terasa bulir-bulir air mulai tamapak menuruni kerutan wajahnya. " ya Allah akan Engkau jadikan apa negeriku ini ya Allah".
Kasus-kasus bom yang terdahulu Umat Islam selalu terseret dan sudah menjadi Stigma negatif yang melekat di benak orang lain. Apakah kali ini kaum Muslim akan dipojokkan lagi sebagai biang kerok ?, kita berharap tidak demikian, karena Agama Islam bukanlah agama kekerasan, Rahmatan Lil Alamin, Islam adalah rahmat bagi seluruh alam, yang inti ajarannya banyak yang bersifat Universal.
Aksi pemboman bukanlah suatu jalan keluar bagi suatu masalah, malah banyak menciptakan masalah-masalah baru yang semakin memperkusut jalinan tali yang akan diurai.











