
Malam ini debat capres diadakan untuk yang ke-2, sebelumnya KPU mengatakan akan merevisi atawa memformat ulang bentuk dan pola perdebatan, dimana acara debat jilid 1, yang diadakan 2 minggu lalu terasa hambar dan tamapak sekali keseragaman jawaban dari kandidat yang satu dengan yang lain, banyak para pengamat politik menagatakan acara tersebut bukan acara debat, melainkan KOOR atau paduan suara.
kembali lagi kedebat jilid 2, ternyata pola dan format jilid 1 terulang pada jilid 2, para pemirsa merasa kecele alias kecewa berat, masih sama dengan jilid 1, terkesan jawaban dan kupasan suatu masalah yang dilontarkan tidak brasa lebih, semua jawaban terasa hanya sebatas tataran normatif tidak dalam studi kasus. lagi-lagi kata KPU memang benar ada perubahan, tapi perubahan hanya pada Hostnya saja, dari Anis Bawesdan ke ibu Aviliani.
sejatinya acara tersebut harusnya penuh dengan pedebatan yang memicu adrenalin para kandidat, seperti yang tampak ketika para kandidat sedang kampanye dan roadshow, mereka saling serang dan saling membantah komentar dari kandidat lainnya. Tampak ibu Mega yang jika berorasi menepuk-nepuk dada, di acara ini tidak begitu antusias dan terkesan cool, SBY yang dalam kampanyenya selalu mematahkan pernyataan kandidat lainnya disini tidak tampak garangnya, pak JK denga slogan lebih cepat lebih baik disini nampak sebagai seorang pelawak yang memecah ketegangan saja. Dimana perdebatan mereka diluar forum ??? terkadang perdebatan mereka diluar forum menjadi headline news sebagian besar surat kabar, kini di forum debat resmi mereka menjadi orang-orang yang sok Permisif dan ewuh pakewuh.
sayang sekali perubahan yang dilakukan KPU tidak mengakomodir para kandidat untuk menagjukan pertanyaan kepada kandidat lainnya, " Meski demikian perubahan format ini tidak memasukkan segmen tanya jawab antarkandidat yang dapat menghidupkan suasana debat lebih hangat. Menurut Endang, debat tidak berarti saling memojokkan dan saling serang". Jadilah debat presiden menjadi Tidak lebih brasa dan tidak brasa lebih alias Hambarrrrrrr......


